Coolturnesia - Limboto - Revitalisasi kawasan Menara Pakaya dan Taman Limboto yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi wisata tersebut.
Perubahan wajah kawasan Menara Pakaya dengan penataan taman yang lebih modern, hadirnya bola LED raksasa di tengah lapangan berumput sintetis, serta meningkatnya jumlah pengunjung selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026, menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.
Salah seorang pelaku UMKM, Uliyani Husin, mengaku pendapatannya meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa sebelum kawasan tersebut direvitalisasi.
"Kalau hari biasa sebelum ada acara PENAS, penghasilan saya sekitar Rp500 ribu per malam. Tapi sejak ada PENAS dan kawasan ini semakin ramai, penghasilan bisa naik dua kali lipat bahkan lebih dari Rp1 juta dalam semalam," ungkap Uliyani yang menjual nasi bulu dan sate.
Menurutnya, perubahan yang dilakukan pemerintah membuat kawasan Menara Pakaya semakin menarik untuk dikunjungi masyarakat. Jika sebelumnya keramaian hanya terjadi pada malam tertentu, kini pengunjung datang hampir setiap malam.
"Lebih semangat lagi berjualan karena sudah banyak perubahan. Menara diperbaiki, ada bola LED yang menarik perhatian pengunjung. Sekarang hampir setiap malam ramai dan tentu sangat membantu penghasilan kami," tambahnya.
Uliyani berharap pemerintah terus melakukan pengembangan kawasan wisata tersebut agar semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
"Harapannya bisa lebih baik lagi dan terus dipromosikan ke luar daerah supaya semakin banyak wisatawan datang. Kalau pengunjung bertambah, tentu UMKM juga ikut merasakan manfaatnya," katanya.
Tidak hanya dirasakan para pedagang, revitalisasi kawasan Menara Pakaya juga mendapat apresiasi dari masyarakat dan pengunjung. Salah satunya Grace, warga Limboto yang mengaku bangga melihat perubahan yang terjadi di pusat ibu kota Kabupaten Gorontalo tersebut.
"Sebagai orang Gorontalo, khususnya yang tinggal di Limboto, saya bangga karena Gorontalo bisa menghadirkan event besar seperti ini. Wisatanya semakin keren dan sangat membantu UMKM yang ada di sekitar sini," ujarnya.
Grace menilai kehadiran bola LED raksasa atau videotron berbentuk bulat yang menjadi ikon baru kawasan Taman Limboto berhasil menarik perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan luas.
"Videotron ini keren sekali dan lokasinya sangat strategis. Banyak orang datang ke sini hanya untuk melihat videotron ini karena berbeda dari yang lain. Kehadirannya benar-benar memancing masyarakat untuk datang dan menikmati suasana taman," tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menghadirkan inovasi dan event-event kreatif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
Revitalisasi Menara Pakaya dan Taman Limboto menjadi bukti bahwa penataan ruang publik tidak hanya mempercantik wajah daerah, tetapi juga mampu menciptakan efek ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, kawasan ini kini tumbuh menjadi salah satu pusat aktivitas warga sekaligus destinasi favorit baru di Kabupaten Gorontalo.
Omzet Pedagang Melonjak, Taman Limboto Tak Pernah Sepi Usai Direvitalisasi