Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana memaparkan strategi pengendalian inflasi yang dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo melalui kerangka 4K.
Kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga antara lain melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan bantuan pangan, disusul dengan ketersediaan pasokan antara lain melalui gerakan menanam atau Agro Mopomulo di halaman rumah, menambah pasokan melalui perluasan KAD, dan dukungan sarana produksi pertanian.
Selanjutnya, kelancaran distribusi antara lain melalui fasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus, serta komunikasi efektif antara lain melalui koordinasi TPID, High Level Meeting (HLM) menjelang HBKN, pemantauan harga, inspeksi pasar, dan edukasi belanja bijak serta diversifikasi pangan.
"Melalui sinergi antar pihak, penguatan pasokan pangan, dan intervensi yang tepat diharapkan risiko tekanan harga dapat diantisipasi dengan lebih baik," ucap Bambang.
Antisipasi juga diarahkan pada kecukupan stok komoditas strategis, perkembangan harga, dan kelancaran distribusi komoditas strategis menjelang Natal dan Tahun Baru, serta mulai diperkuat untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2027.
Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan mengkonsumsi bahan pangan non-lokal Gorontalo yang tersedia sebagai alternatif/diversifikasi.
Sementara pedagang dan distributor diharapkan turut menjaga kewajaran harga. Partisipasi seluruh pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas upaya pengendalian inflasi untuk mendukung terjaganya stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. (AWS)
Ini Strategi TPID Gorontalo Hadapi Tantangan El Nino