Coolturnesia - Gorontalo - Hulontalo Art and Craft Festifal (HARFEST) 2026 menjadi salah salah satu ruang strategis untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas penjulan UMKM melalui business matching mencapai Rp4,2 miliar.
“HARFEST juga irancang sebagai sarana bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring usaha,” kata dia.
Menurutnya, business matching menjadi salah satu agenda penting dalam pelaksanaan HARFEST 2026. Pelaku UMKM akan dipertemukan dengan buyer, off-taker, aggregator, reseller, hingga jaringan ritel.
Tidak hanya menyasar pasar lokal, fasilitasi tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang UMKM Gorontalo memasuki pasar ekspor.
Selain target transaksi penjualan sebesar Rp4,2 miliar, BI Gorontalo juga menargetkan business matching pembiayaan mencapai Rp550 juta melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.
Berbagai produk UMKM akan ditampilkan dalam rangkaian HARFEST 2026, mulai dari kuliner, kerajinan, olahan komoditas unggulan daerah, hingga produk fesyen berbasis Karawo.
Festival juga akan menghadirkan seminar dan talkshow, showcase Karawo, pameran olahan kopi, serta Karawo fashion show. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis.
Di sisi transaksi, ekosistem festival juga diperkuat melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan pembayaran digital tersebut diharapkan membuat transaksi selama kegiatan berlangsung semakin mudah, cepat, dan inklusif.
Bambang menegaskan, pengembangan UMKM melalui HARFEST merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong ekonomi kreatif dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Sejak 2010, BI terus mendukung pengembangan Karawo melalui peningkatan kualitas, desain, inovasi, dan perluasan akses pasar. Pengembangan tersebut juga dilakukan melalui berbagai inovasi, termasuk perpaduan Karawo dengan eco-printing serta pengembangan TENUKALA—Tenun, Karawo dan Leaf Arts.
Melalui HARFEST 2026, BI berharap produk-produk UMKM Gorontalo tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi mampu memiliki daya saing lebih luas dan masuk ke jaringan pasar nasional maupun internasional.
GKK 2026 Kembali Masuk KEN, BI Dorong Karawo dan Pariwisata Gorontalo Makin Mendunia