Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Watekhi

Coolturnesia – Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,83 persen pada bulan Februari 2026.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Watekhi di Gorontalo, Senin mengatakan pada bulan Februari terjadi peningkatan dibandingkan bulan Januari sebesar 0,28 persen.

“Dari sepuluh komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi, cabe rawit menjadi inflasi terbesar yakni 0,39 persen,” kata dia.

Kemudian komoditas lainnya yang memiliki andil terhadap inflasi m-to-m, yakni tomat sebesar 0,20 persen, emas perhiasan sebesar 0,16 persen dan ikan layang sebesar 0,15 persen.

Selanjutnya komoditas es sebesar 0,04 persen, telur ayam ras, ikan tuna, dan minyak goreng memiliki andil inflasi sebesar 0,03 persen. Dilanjutkan dengan daging ayam ras dan terong sebesar 0,02 persen.

Adapun komoditas yang memiliki andil deflasi atau turun harga, seperti bawang merah sebesar 0,10 persen, ikan selar/ikan tude 0,06 persen, beras 0,05 persen, ikan teri 0,04 persen, makanan hewan peliharaan 0,03 persen.

Selanjutnya komoditas apel dan bensin adil deflasi sebesar 0,02 persen, ikan mujair, parfum dan sawi hijau sebesar 0,01 persen.

Februari 2026 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi tahunan sebesar 5,30 persen dengan penyumbang inflasi dari Kota Gorontalo sebesar 4,67 persen dan kabupaten Gorontalo sebesar 5,81 persen. 

0 Comments

Leave A Comment