Cooturnesia – Gorontalo – Bank Indonesia se wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulampua dengan tema ‘Swasembada dan Hilirisasi Pangan di Salampua’, Rabu.
Kepada Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana di Gorontalo mengatakan hasil dari Rakorwil Sulampua, Swasembada pangan diwujudkan melalui penguatan strategi diversifikasi, intensifikasi dan ekstensifikasi sumber daya pangan.
“Pada saat yang sama, hilirisasi pangan harus terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas kesempatan kerja, serta memperbaiki kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pangan,” kata dia.
Ia mengatakan Sulampua mencatatkan peran lapangan usaha pertanian yang signifikan dengan pansa sebesar 20,23 persen dengan kontribusi utama dari subsektor pertanian dan perikanan.
“Pertumbuhan sektor pertanian sendiri mencapai 4,76 persen (yoy) pada triwulan III 2025,” jelas dia.
Bambang mengatakan dalam konteks hilirisasi, pihaknya mencermati adanya sejumlah tantangan mulai dari keterbatasan kapasitas produksi hingga minimnya fasilitas pascapanen.
Berdasarkan asesmen Bank Indonesia di Sulampua, komoditas prioritas yang perlu didorong proses hilirisasinya adalah beras, cabai, bawang merah, perikanan, dan jagung.
Untuk mempercepat pelaksanaan program dan mengurai bottleneck tantangan tersebut, kata dia, Bank Indonesia mendorong tiga fokus penguatan utama. Pertama, penguatan sisi hulu yang terintegrasi hingga ke hilir agar rantai nilai berjalan efisien dan berkelanjutan.
Kedua, peningkatan faktor produksi terutama SDM, dengan penekanan pada literasi dan kapabilitas digital guna mendukung produktivitas, akses pasar, serta pencatatan dan pembiayaan.
Ketiga, penguatan sinergi lintas pihak antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait lainnya dalam memastikan keselarasan kebijakan serta akselerasi implementasi di lapangan.
“Melalui Rakorwil Sulampua ini, diharapkan dapat diterapkan di setiap provinsi untuk mendukung Swasembada dan hilirisasi pangan yang inklusif dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat dan daerah,” tutup dia.
Dalam sambutanya, Wakil Gubernur Gorontalo, Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie, mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berkomitmen dalam mendukung agenda swasembada dan hilirisasi pangan.
“Swasembada dan hilirisasi pangan yang merupakan bagian dari visi pembangunan nasional Asta Cita,” tambah dia.
BI Gelar Rakorwil Dorong Swasembada dan Hilirisasi Pangan di Kawasan Sulampua