Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menutup rangkaian HARFEST dan Gorontalo Karnaval Karawo di Gorontalo, Minggu (13/9/2024).

Coolturnesia - Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menilai Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Idah saat menutup rangkaian HARFEST dan Gorontalo Karnaval Karawo di Gorontalo, Minggu. 

Menurut Idah, berbagai kegiatan yang digelar dalam HARFEST telah membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta muda Gorontalo di berbagai bidang. Potensi tersebut, kata dia, belum tentu dapat diketahui tanpa adanya wadah yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil.

“Adanya HARFEST ini, tidak hanya memperagakan fashion atau digital tentang Karawo, tetapi lebih dari itu, muncul talenta-talenta baru,” ujarnya.

Ia berharap talenta yang telah ditemukan melalui HARFEST dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda Gorontalo yang mampu berkiprah sesuai bidang dan kompetensinya.

“Kemenangan hari ini bukan segalanya. Kalian harus pertahankan, kalian harus tingkatkan menjadi lebih baik. Bagi yang belum berhasil, masih banyak kesempatan yang akan kalian peroleh. Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kita semua,” katanya.

Ia menilai antusiasme generasi muda dalam kegiatan HARFEST dan GKK menunjukkan adanya kemauan untuk belajar dan berkreasi. Hal itu terlihat dari keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dalam kegiatan Mokarawo.

“Sekitar 500 peserta Mokarawo diikuti oleh berbagai jenjang, SD ada, SMP, SMA ada peserta. Itu menunjukkan bahwa mereka mampu dan mau berbuat sesuatu,” tutur Idah.

Namun, menurutnya, kemampuan dan kemauan saja belum cukup untuk mencapai kesuksesan. Generasi muda harus memiliki keinginan yang kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Pada kesempatan tersebut, Idah menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo, panitia HARFEST dan GKK, para juri, desainer, pelaku UMKM, sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap penyelenggaraan HARFEST dan GKK pada tahun-tahun mendatang dapat semakin semarak dengan keterlibatan generasi muda yang lebih besar.

Selain pengembangan talenta, Idah juga meminta penyelenggara dan seluruh pihak yang terlibat dalam festival Karawo ke depan memperhatikan aspek lingkungan. Ia mendorong penggunaan material yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali dalam setiap karya yang ditampilkan.

“Untuk Karawo Karnaval Gorontalo, Festival Karawo Gorontalo yang akan datang, saya mohon lebih ramah lingkungan. Jangan menggunakan bahan-bahan yang sekali pakai atau yang tidak bisa didaur ulang,” katanya.

Idah menilai karya yang ditampilkan dalam karnaval membutuhkan persiapan matang, sehingga penggunaan material ramah lingkungan juga perlu direncanakan sejak jauh hari.

Menurutnya, inovasi dalam Karawo tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dan keindahan karya, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.

Menutup sambutannya, Idah mengajak seluruh generasi muda untuk terus belajar dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif. Ia berharap generasi muda yang saat ini tampil dalam HARFEST dan GKK dapat menjadi pemimpin Gorontalo pada masa depan.

“Jangan biarkan api kreativitas ini padam. Mari kita jadikan Karawo sebagai identitas, kreativitas sebagai kekuatan, dan identitas sebagai wajah Gorontalo di mata dunia,” ujarnya.

0 Comments

Leave A Comment