Coolturnesia - Gorontalo – Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 yang berkolaborasi dengan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) mencatat total transaksi UMKM mencapai sekitar Rp5,6 miliar selama rangkaian kegiatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan capaian tersebut meningkat sekitar 70,4 persen dibandingkan pelaksanaan HARFEST tahun sebelumnya.
“Dengan total penjualan, baik selama persiapan maupun pada saat pelaksanaan HARFEST, itu sekitar Rp5,6 miliar. Itu naik 70,4 persen dibandingkan dengan HARFEST tahun sebelumnya,” kata Bambang saat penutupan HARFEST-GKK 2026 di Gorontalo, Sabtu.
Menurut dia, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan semakin besarnya ruang yang dapat dimanfaatkan UMKM Gorontalo untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
Selama tiga hari pelaksanaan, HARFEST-GKK 2026 melibatkan sekitar 450 UMKM, baik yang berada di dalam maupun luar lokasi utama kegiatan, termasuk pelaku UMKM di kawasan Jalan Andalas.
Selain transaksi langsung, Bank Indonesia juga memfasilitasi business matching antara UMKM dengan buyer nasional dari Jakarta dan Pulau Jawa yang menghasilkan potensi penjualan sekitar Rp820 juta.
Sementara itu, business matching pembiayaan UMKM dengan lembaga keuangan dan perbankan mencatat nilai sekitar Rp2,91 miliar.
“Business matching pembiayaan UMKM dengan lembaga keuangan atau perbankan itu senilai Rp2,91 miliar,” ujarnya.
Bambang mengatakan capaian lainnya datang dari business matching ekspor komoditas kopi Liberika asal Gorontalo Utara ke Jepang senilai 5.680 dolar AS. Meski nilainya masih relatif kecil, transaksi tersebut dinilai sebagai langkah awal untuk membangun ekspor berkelanjutan ke pasar Jepang.
“Ini adalah inisiasi awal untuk ekspor berikut-berikutnya ke Jepang secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan HARFEST-GKK 2026 merupakan hasil kolaborasi dan sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo.
Selama tiga hari, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar nasional untuk mendorong inovasi wastra Gorontalo, talkshow kopi, Moka Karawo kolosal, Indonesia Berkarawo, fashion show desainer, hingga talkshow ekonomi syariah.
Bambang menambahkan Moka Karawo kolosal juga menjadi salah satu upaya memperkuat pelestarian Karawo dengan melibatkan generasi muda, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan.
Dari sisi jumlah pengunjung, HARFEST-GKK 2026 mencatat sekitar 13.200 orang atau meningkat 38,9 persen dibandingkan pelaksanaan HARFEST tahun sebelumnya.
“Kita harapkan ke depan UMKM Gorontalo akan semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun di tingkat global melalui ekspor-ekspor produk unggulan dari Gorontalo,” ujar Bambang.
Ia berharap penyelenggaraan HARFEST bersama GKK ke depan semakin besar gaungnya secara nasional sehingga mampu menarik lebih banyak buyer dan peserta dari berbagai daerah.
“Ke depan kita harapkan HARFEST diselenggarakan lebih meriah, dihadiri oleh banyak sekali buyer maupun peserta-peserta dari level nasional,” katanya.
Bambang menyebut HARFEST 2026 menjadi kegiatan puncak Bank Indonesia Provinsi Gorontalo yang secara khusus berkaitan dengan pengembangan UMKM pada tahun ini.
Selanjutnya, Bank Indonesia tetap akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dalam berbagai kegiatan lainnya yang tidak secara langsung berkaitan dengan agenda UMKM.
Sejak 1983, Karsum Dunda Tetap Bertahan Menekuni Karawo Gorontalo