Coolturnesia - Bone Bolango - Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango mengalami perpanjangan masa penyelesaian hingga tahun 2027. Perubahan target tersebut dilakukan melalui amandemen kontrak sebagai dampak dari kendala pembebasan lahan serta penyesuaian anggaran yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Kepala SNVT Pembangunan Bendungan, Dedi Nadjamudin, mengatakan bahwa secara fisik pembangunan bendungan terus berjalan. Namun, terdapat sejumlah hambatan nonteknis yang menyebabkan penyelesaian proyek tidak dapat dilakukan sesuai target awal.
"Perpanjangan kontrak hingga tahun 2027 dilakukan karena masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan pembebasan lahan di kawasan eks-transmigrasi serta adanya penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah," ujar Dedi.
Ia menjelaskan, persoalan lahan eks-transmigrasi menjadi tantangan paling kompleks karena menyangkut legalitas kepemilikan yang memerlukan proses verifikasi secara menyeluruh. Hingga saat ini, progres pembebasan lahan telah mencapai sekitar 83 persen, sementara sisanya masih berada pada lokasi yang menjadi bagian penting dari pekerjaan konstruksi.
Untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut, pemerintah bersama instansi terkait telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan Tinggi, serta Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Tim tersebut akan melakukan verifikasi dan validasi status kepemilikan lahan secara faktual sebelum proses pembayaran ganti rugi dilaksanakan.
Selain persoalan lahan, Dedi mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran nasional juga berdampak terhadap ritme pelaksanaan proyek. Dari total nilai kontrak sebesar Rp2,4 triliun, realisasi anggaran yang telah terserap mencapai sekitar Rp1,9 triliun.
"Penyesuaian anggaran membuat beberapa tahapan pekerjaan harus disesuaikan. Saat ini kami memfokuskan penyelesaian pekerjaan pada tubuh bendungan utama, crest, penataan kawasan, fasilitas pendukung, serta relokasi prasarana dan sarana umum yang terdampak genangan," jelasnya.
Menurut Dedi, pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai jadwal terbaru. Dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam penyelesaian persoalan lahan, menjadi faktor penting agar target penyelesaian pada tahun 2027 dapat tercapai.
"Harapan kami seluruh kendala non teknis dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan Bendungan Bulango Ulu dapat rampung sesuai kontrak yang telah diamandemen dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat, baik untuk pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, air baku, maupun pengembangan energi baru terbarukan," tutup Dedi.
Terganjal Lahan Eks-Trans dan Efisiensi Anggaran, Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu hingga 2027