COOLTURNESIA - LIMBOTO - Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat sektor pendidikan nonformal sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2026, upaya tersebut mendapat dukungan anggaran sebesar Rp1,7 miliar dari pemerintah pusat untuk penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hidup, serta pemberdayaan perempuan.
Pelaksanaan program ditandai dengan pembukaan kegiatan pembelajaran tahun 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, di Ballroom Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7/2026).
Dalam sambutannya, Tonny menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada jalur pendidikan formal. Menurutnya, pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi, keterampilan hidup, dan pemberdayaan masyarakat agar mampu menghadapi tantangan pembangunan.
Ia mengajak para tutor, pamong belajar, dan fasilitator untuk mendampingi warga belajar dengan penuh dedikasi, sekaligus mendorong seluruh peserta agar terus menimba ilmu tanpa memandang usia.
"Kepada para tutor, pamong belajar, dan fasilitator, dampingilah warga belajar dengan ketulusan dan kesabaran. Kepada seluruh peserta, jangan pernah berhenti belajar karena usia bukanlah penghalang untuk terus meningkatkan kualitas diri," kata Tonny.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal terus menunjukkan tren positif. Jumlah warga belajar meningkat signifikan, dari 291 orang pada 2024 menjadi 741 orang pada 2025, dan kembali bertambah menjadi 1.326 orang pada 2026.
Menurutnya, peningkatan tersebut didukung oleh keberadaan 29 lembaga pendidikan nonformal yang tersebar di Kabupaten Gorontalo, terdiri atas enam Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 22 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satu PKBM di Lapas Perempuan Hutuo, serta 26 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap penguatan pendidikan nonformal dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan sepanjang hayat. Selain meningkatkan kemampuan dasar, program ini juga diharapkan mampu membekali warga dengan keterampilan yang relevan sehingga mendorong kemandirian, produktivitas, dan daya saing masyarakat.
Bupati Sofyan Turun Langsung Awasi Revitalisasi Sekolah DAK 2026, Pastikan Mutu dan Ketepatan Waktu