Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome

COOLTURNESIA - LIMBOTO - LIMBOTO, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari krisis air bersih hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman.
Imbauan tersebut disampaikan Haris Tome pada Senin (27/6/2026).

Menurutnya, musim kemarau diperkirakan menyebabkan penurunan debit air sungai maupun danau secara signifikan, sehingga masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Haris menegaskan bahwa upaya pencegahan dampak bencana akibat kemarau tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh masyarakat.

"Kondisi kemarau panjang ini membuat lahan menjadi sangat kering dan disertai angin kencang. Hal ini sangat rawan memicu kebakaran yang penyebarannya bisa di luar kendali kita. Karena itu, butuh kesadaran total dan gotong royong dari kita semua untuk mengantisipasinya," ujar dia.

Sebagai langkah pencegahan, Haris mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, baik di kawasan perkebunan, pegunungan, maupun semak belukar. Apabila dalam keadaan tertentu pembakaran tidak dapat dihindari, masyarakat diminta melakukan pengawasan secara ketat dengan menyiagakan sumber air, meskipun cara terbaik tetap tidak melakukan pembakaran sama sekali.

Selain itu, warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan puntung rokok telah benar-benar padam sebelum dibuang. Masyarakat juga diminta tidak membuang benda berbahan kaca di area terbuka karena pantulan sinar matahari dapat memicu kebakaran pada rumput atau semak yang kering.

Haris turut mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan petasan atau kembang api di lokasi yang rawan terbakar. Di sisi lain, keamanan instalasi listrik dan penggunaan kompor gas juga perlu menjadi perhatian dengan memastikan seluruh peralatan telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat guna menghindari korsleting maupun kebakaran.

Untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui PDAM telah mulai menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air. Penyaluran bantuan tersebut akan terus dikoordinasikan bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih maupun menemukan titik api diminta segera melaporkan kepada instansi terkait. Layanan Pemadam Kebakaran di bawah koordinasi BPBD disiagakan selama 24 jam untuk memberikan respons terhadap setiap laporan keadaan darurat.

"Petugas Damkar siap 24 jam, namun tentu membutuhkan waktu perjalanan menuju lokasi kejadian. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan sejak dini dari diri sendiri adalah kunci utama agar kita terhindar dari bencana yang lebih luas," tambah Haris.

Di akhir imbauannya, Haris mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing, sembari tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau. MIG

0 Comments

Leave A Comment