COOLTURNESIA - LIMBOTO – Pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO) 2026, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan ekonomi syariah sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, Jumat.
Menurut Idah, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Potensi tersebut perlu didukung dengan inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” Kata dia.
Idah menjelaskan, perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Oleh karena itu, integrasi antara ekonomi syariah dan digitalisasi menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan PESONA-SERLIGO yang secara konsisten menghadirkan ruang promosi, edukasi, dan pemberdayaan bagi pelaku UMKM serta masyarakat.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital di berbagai sektor.
Lebih lanjut, Idah menilai pelaksanaan PESONA-SERLIGO yang bertepatan dengan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Andalan (KTNA) XVII menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Gorontalo kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Ia berharap kegiatan tersebut bisa diselengarakan di Kabupaten lain agar masyarakat dan UMKM di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo dapat merasakan manfaat dari PESONA-SERLIGO.
BI Gorontalo Jadikan PESONA SERLIGO 2026 Motor Penguatan Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Daerah