Kepala Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Satya Bambang Permana saat memberikan sambutan di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (24/4/2026).

Coolturnesia – Gorontalo - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Gebyar UMKM 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan berdaya saing global.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Satya Bambang Permana, di Gorontalo, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan yang mengusung tema "Akselerasi UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing untuk Ekonomi Gorontalo yang Tangguh dan Mandiri" ini bertujuan untuk memperluas akses pasar serta mendorong digitalisasi pelaku usaha lokal.

"Melalui Gebyar UMKM 2026, kami ingin menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produknya," kata Satya saat memberikan sambutan di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo.

Satya menjelaskan, salah satu inovasi utama dalam perhelatan tahun ini adalah peluncuran proyek percontohan Gorontalo-20 (G-20). Program ini merupakan bentuk sinergi pengembangan UMKM melalui pendekatan kurasi yang ketat, pendampingan intensif, dan akselerasi kapasitas usaha.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (24–26 April) ini melibatkan 235 UMKM binaan Bank Indonesia dan mitra strategis.

"Kami menargetkan capaian transaksi penjualan sebesar Rp1,5 miliar selama kegiatan berlangsung. Selain itu, melalui skema business matching, kami menargetkan realisasi pembiayaan UMKM sebesar Rp2 miliar guna memperluas akses pelaku usaha ke lembaga keuangan," ujarnya.

Penyelenggaraan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan dagang (business matching), pengukuhan pengurus Dekranasda Provinsi Gorontalo, serta peluncuran (kick off) Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 dan Road to PENAS KTNA yang dijadwalkan pada Juni mendatang.

Selain pameran produk unggulan, Gebyar UMKM 2026 menghadirkan festival kuliner khas Gorontalo, peragaan busana berbasis kearifan lokal, seminar nasional, hingga layanan fasilitasi perizinan usaha seperti sertifikasi halal, izin edar, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Sinergi antara Bank Indonesia, Pemprov Gorontalo, Dekranasda, dan APPMI ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan melalui sektor UMKM," pungkas Satya.

0 Comments

Leave A Comment