Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama istri Ny. Maryam Sofyan Puhi berfoto usahi penganugerahan gelar adat

Coolturnesia - Limboto - Suasana Gorontalo tempo dulu terasa kembali di kompleks Rumah Jabatan Bupati Gorontalo, Sabtu (17/10/2026). Janur kuning menghiasi jalan, sementara para pemangku adat berbusana tradisional memenuhi kawasan dalam prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.

Bersama sang istri, Maryam Sofyan Puhi, Bupati diarak menggunakan bendi atau delman dari rumah adat Banthayo Poboide menuju Yiladia, rumah jabatan Bupati Gorontalo. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan nuansa tradisional yang mengingatkan pada Gorontalo era 1970-an.

Prosesi berlangsung khidmat dengan lantunan syair berbahasa Gorontalo, petuah adat, dan wejangan penuh makna. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Gubernur Gorontalo Hi. Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Hj. Idah Syahidah, para kepala daerah, mantan kepala daerah, serta pemegang gelar adat.

Dalam prosesi tersebut, Sofyan Puhi dianugerahi gelar Tauwa Lo Lahuwa, yang bermakna pemimpin negeri yang arif, berwibawa, dan tegas. Gelar ini merupakan hasil musyawarah para tokoh adat di Banthayo Poboide pada Jumat (9/10/2026), sebagai bentuk penghargaan atas karya dan pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Gorontalo.

Bagi masyarakat Gorontalo yang menjunjung falsafah “adat bersendikan sara’, sara’ bersendikan kitabullah”, Pulanga bukan sekadar kehormatan, melainkan juga amanah dan tanggung jawab seorang pemimpin.

Prosesi ini menjadi momentum pelestarian warisan leluhur sekaligus menegaskan bahwa adat dan budaya Gorontalo tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

0 Comments

Leave A Comment