Direktur Biomasa Group Zunaidi (kanan) menyerahkan beasiswa kepada penerima di Pelabuhan Lalape, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu (7/1/2026).

Harapan untuk terus bersekolah kini semakin terbuka bagi ratusan anak di 15 desa di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. 

Melalui program Biomasa Peduli, Biomasa Group yang terdiri dari PT Inti Global Laksana, PT Banyan Tumbuh Lestari, dan PT Biomasa Jaya Abadi menyalurkan beasiswa kepada 195 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Bagi sebagian keluarga, biaya pendidikan kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun, bantuan beasiswa yang disalurkan secara rutin setiap bulan tersebut menjadi penopang penting agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani persoalan biaya.

Direktur Biomasa Group Zunaidi, mengatakan program beasiswa tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi muda di desa-desa binaan. 

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Zunaidi pada penyerahan beasiswa di Pelabuhan Lalape, Pohuwato, Rabu.

Total anggaran yang digelontorkan Biomasa Group untuk program beasiswa tersebut mencapai Rp360 juta selama satu tahun. Beasiswa diberikan kepada 90 siswa Sekolah Dasar, 45 siswa Sekolah Menengah Pertama, 45 siswa Sekolah Menengah Atas, serta 15 mahasiswa perguruan tinggi. 

Bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, mulai dari perlengkapan belajar hingga biaya penunjang pendidikan lainnya.

Selain beasiswa, Biomasa Group juga secara rutin menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu setiap tiga bulan sekali di 15 desa binaan, dengan 10 penerima di setiap desa. Program itu menjadi bagian dari pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan di bidang sosial dan pendidikan.

Salah seorang penerima beasiswa Tabita Sumampouw, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. 

“Beasiswa ini membantu orang tua saya. Uangnya akan saya gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah,” tutur Tabita.

Bagi Tabita dan ratusan siswa lainnya, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga suntikan semangat untuk terus bermimpi dan berjuang melalui pendidikan.

0 Comments

Leave A Comment