Coolturnesia – Jakarta – Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Tonny Junus memastikan sebanyak 376 Guru Non ASN tetap menerima tunjangan saat melakukan Gerilya di Jakarta Pusat.
“Dari hasil pertemuan tersebut, guru penerima sertifikasi non-ASN dan non-database dipastikan dapat ditangani dan input dalam Dapodik 2026,” jalas dia.
Tonny juga mengatakan kebijakan ini diambil karena mengingat Kabupaten Gorontalo masih mengalami kekurangan guru berdasarkan data Kementerian Dikdasmen.
Ia menegaskan bahwa 376 guru non-ASN bersertifikat bukan beban, melainkan penyangga layanan Pendidikan, terutama di wilayah yang belum terpenuhi formasi ASN.
Kata dia, sebagai Langkah awal, pihaknya menemui Wakil Ketua II DPR RI, menyampaikan kegelisahan daerah atas kebijakan nasional yang melarang kepala daerah mengangkat tenaga non-ASN.
“Dampaknya, guru penerima sertifikasi no-ASN tidak dapat diinput ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meski telah lama mengabdi,” ungkap dia.
Dalam pertemuan itu kata dia, memohon untuk adanya ruang kebijakan agar guru bersertifikasi non ASN dan non-database dapat diakomodasi.
Ia meminta asisten III segera mengkoordinasikan lengkah cepat, tepat dan terukur untuk memastikan kapastian nasib para guru tersebut.
Pertemuan itu didampingi Asisten III Haris Tome, Kepala BKPSDM Jufri Damima, dan Kepala Badan Keuangan Yanto Manan.
Wabup Gorontalo Pastikan 376 Guru Non ASN Tetap Menerima Tunjangan Sertifikasi