Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato Arman Mohammad memberikan sambutan pada penyerahan beasiswa Biomasa Group di Pelabuhan Lalape, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Coolturnesia - Pohuwato - Upaya mencegah bertambahnya anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pohuwato kini mendapat dukungan nyata dari dunia usaha. Melalui program Biomasa Peduli, Biomasa Group menghadirkan secercah harapan bagi ratusan anak di 15 desa binaan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato Arman Mohammad, menilai program beasiswa yang diberikan Biomasa Group telah membantu menahan laju peningkatan anak usia sekolah yang terpaksa berhenti belajar karena keterbatasan ekonomi.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Biomasa Group atas kepeduliannya. Beasiswa ini menyentuh langsung anak-anak yang membutuhkan,” ujar Arman saat penyerahan beasiswa di Pelabuhan Lalape, Pohuwato, Rabu.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data statistik pendidikan, sekitar 4.000 anak usia sekolah di Kabupaten Pohuwato belum menikmati pendidikan secara layak. Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa diatasi hanya oleh pemerintah daerah.

“Persoalan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Peran dunia usaha, orang tua, hingga pemerintah desa sangat penting untuk mendorong anak-anak tetap bersekolah,” tuturnya.

Melalui Biomasa Peduli, beasiswa diberikan kepada 195 siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi yang tersebar di 15 desa binaan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak.

Direktur Biomasa Group Zunaidi, mengatakan pendidikan menentukan masa depan generasi muda, khususnya di daerah itu. 

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka,” ujarnya.

Biomasa Group mengalokasikan anggaran Rp360 juta selama satu tahun untuk program beasiswa tersebut. Selain itu, perusahaan juga rutin menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu setiap tiga bulan sekali di desa-desa binaan.

Bagi anak-anak penerima, bantuan itu bukan sekadar angka. Beasiswa menjadi penguat mimpi, agar keterbatasan ekonomi tidak memutus langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik.

0 Comments

Leave A Comment