Kasim Daud, Ketua Forum Koordinasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Gorontalo

COOLTURNESIA - LIMBOTO - Temu Sukses Petani dan Penyuluh yang digelar dalam rangkaian Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII resmi dilaksanakan di Aula Universitas Gorontalo. Forum ini mengumpulkan petani dan penyuluh pertanian dari seluruh provinsi di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi sektor pertanian nasional, Selasa. 

Di tengah semarak forum tersebut, isu regenerasi petani mencuat sebagai perhatian serius. Ketua Forum Koordinasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Gorontalo, Kasim Daud, menyoroti kenyataan bahwa peserta yang hadir masih didominasi oleh kalangan usia lanjut.

"Momen ini dimanfaatkan untuk kita mengajak semua yang hadir itu bisa memperhatikan regenerasi pertanian. Karena mayoritas yang hadir di sini paling banyak orang tua," ujar Kasim.

Kasim menegaskan bahwa keberlangsungan sektor pertanian ke depan sangat bergantung pada ada tidaknya generasi penerus yang siap mengambil alih tongkat estafet. Menurutnya, tanpa regenerasi yang terencana, keberlanjutan pangan nasional bisa terancam.

"Sementara ke depan kita butuh regenerasi yang melanjutkan pertanian," tambahnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Kasim mengungkapkan bahwa P4S Gorontalo telah menjalankan sejumlah program nyata guna menarik minat generasi muda ke sektor pertanian. Program-program tersebut meliputi magang bagi siswa dan mahasiswa, praktik kerja lapangan (PKL), kunjungan industri, serta berbagai pelatihan berbasis pertanian.

"Kami melakukan kegiatan-kegiatan, di antaranya adalah magang untuk siswa dan mahasiswa, kemudian praktik kerja lapangan (PKL), kemudian juga kunjungan industri, dan berbagai macam pelatihan yang berhubungan dengan pertanian yang itu bisa mengajak atau memberi motivasi anak muda untuk terlibat dan berperan dalam pertanian," jelas Kasim.

Temu Sukses PENAS XVII menjadi salah satu rangkaian agenda strategis dari pelaksanaan PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi keberhasilan, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pertanian Indonesia melalui pemberdayaan generasi muda.

0 Comments

Leave A Comment