Warga binaan saat melakukan pembinaan keterampilan dengan membuat Green House Orilago Hidrofarm di Lapas Kelas IIA Gorontalo, Kota Gorontalo, Sabtu (8/8/2026).

Cooltunesia - Gorontalo - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui program pembinaan yang produktif.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pencanangan Green House Orilago Hidrofarm, yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus pelatihan pertanian modern bagi warga binaan, khususnya melalui sistem hidroponik.

Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari warga binaan, dalam hal pembinaan kemandirian,” ujar Junaidi, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, keberadaan green house tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan bertani, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan dari hasil pertanian yang mereka kelola.

“Di samping untuk memberikan pelatihan, namun yang lebih penting untuk narapidana ini akan menghasilkan premi buat mereka. Setelah nanti sukses pelaksanaan ini, hasil dari penjualan itu nanti mereka bisa terima,” jelasnya.

Junaidi menambahkan, saat ini pihaknya mulai mengembangkan budidaya tanaman dengan metode hidroponik di dalam lingkungan Lapas Gorontalo.

“Jadi masyarakat narapidana dalam Lapas itu juga bisa menghasilkan uang. Jadi sekarang kami baru mulai kegiatan hidroponik yang dilaksanakan di dalam Lapas,” imbuhnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Gorontalo terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Untuk memastikan hasil pertanian dapat terserap, pihak Lapas bahkan telah menyiapkan pasar bagi produk yang dihasilkan warga binaan.

“Iya, ini juga salah satu program pemerintah yang kita tindak lanjuti terkait ketahanan pangan. Yang jelas nanti hasil dari hidroponik ini kami jual kepada vendor yang mengelola bahan makanan narapidana. Jadi kita jual kepada mereka, jadi pasarnya kami sudah ada,” kata Junaidi.

Dalam pengembangan Green House Orilago Hidrofarm, sejumlah komoditas hortikultura akan dibudidayakan. Di antaranya sawi, selada, ketimun giok hingga melon.

“Untuk ke depan kami ada tanam sawi dan selada, kemudian ada juga ketimun. Ini ketimunnya agak unik, namanya ketimun giok, jadi kami akan uji coba juga, mudah-mudahan sukses,” pungkasnya.

Junaidi berharap program pertanian hidroponik tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Selain menjadi bekal keterampilan yang dapat digunakan setelah bebas, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk sikap produktif dan kemandirian warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Program Green House Orilago Hidrofarm sekaligus menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

0 Comments

Leave A Comment