Coolturnesia - Limboto - Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan Program Upland dari Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB). Program yang difokuskan pada pengembangan komoditas pisang Gapi ini memasuki tahap lanjutan dengan total dana Rp1,2 miliar untuk dua tahun ke depan.
Dana hibah akan disalurkan menggunakan sistem reimbursable, yakni Pemda terlebih dahulu mengalokasikan anggaran melalui APBD, kemudian dana tersebut akan diganti oleh IsDB.
“Tahun ini sebesar Rp700 juta sudah kita siapkan melalui APBD Perubahan 2025, dan tahun depan Rp500 juta melalui APBD Induk 2026,” jelas Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menerima kunjungan tim Proyek Upland dan IsDB di rumah jabatan Bupati, Kamis (28/8/2025).
Dalam pertemuan itu, Sofyan menyampaikan bahwa sebanyak 36 petani pisang Gapi akan mendapat pendampingan, mulai dari penguatan modal hingga akses ke pasar. Untuk kelancaran penyaluran dana, ia juga meminta dukungan legislatif agar regulasi daerah segera disahkan.
“Kita butuh payung hukum agar penyaluran hibah tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Project Manager Proyek Upland Kementerian Pertanian, Muhammad Ikhwan, menyampaikan bahwa sejak 2021 hingga 2024, Kabupaten Gorontalo telah menerima total anggaran Upland sebesar Rp8,3 miliar.
“Tahun ini kami alokasikan Rp4,8 miliar, termasuk kredit microfinance sebesar Rp700 juta. Tahun 2026 juga akan digelontorkan Rp1,7 miliar, dengan tambahan kredit Rp500 juta,” ungkap Ikhwan.
Program ini diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan pertanian dataran tinggi di Gorontalo, khususnya pisang Gapi yang telah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
16 Kades di Gorontalo Resmi Perpanjangan Jabatan, Bupati Sofyan: Ini Bukan Sekadar Formalitas