Kanwil KemenHAM Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi pelaku usaha di Provinsi Gorontalo, di Aula Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Gorontalo, Kamis (23/04/2026). (F.AKP/KemenHAM)

Coolturnesia - Gorontalo – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Sulawesi Tengah melalui Wilayah Kerja Gorontalo melakukan penguatan kapasitas bagi pelaku usaha di Gorontalo,

Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo Sarton Dali, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut guna mengintegrasikan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam rantai bisnis demi pembangunan berkelanjutan.

“Penghormatan terhadap HAM di dunia usaha bukan sekadar beban regulasi, melainkan strategi kunci meningkatkan daya saing global,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa penguatan ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 156 Tahun 2024 untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin pertama mengenai memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.

Sarton juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memperbarui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2023 tentang Strategi Nasional Bisnis dan HAM.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Wardoyo Pongoliu memaparkan pentingnya Human Rights Due Diligence (HRDD) atau uji tuntas HAM sebagai alat deteksi dini konflik antara perusahaan, pekerja, dan masyarakat.

"Dunia usaha harus melakukan pendekatan sosial yang humanis untuk meningkatkan produktivitas," kata Wardoyo.

Ia merinci sejumlah poin krusial dalam penerapan HAM di tempat kerja, di antaranya praktik non-diskriminasi dengan membuka ruang bagi penyandang disabilitas dan kesetaraan gender. Ia mencontohkan penggunaan operator alat berat wanita di beberapa sektor yang terbukti lebih teliti dan efisien dalam pemeliharaan alat.

Selain itu, Wardoyo menekankan pentingnya kebebasan berserikat, penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pemberian penghargaan (reward) untuk menjaga martabat karyawan.

"Gorontalo memiliki indeks kebahagiaan yang cukup tinggi mencapai 74,77 persen. Ini adalah peluang bagi pelaku usaha untuk menyinergikan budaya gotong royong lokal dengan profesionalisme kerja guna mencegah kerugian produksi dan menjaga iklim investasi yang kondusif," tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong perusahaan-perusahaan di Gorontalo untuk mulai melakukan pemetaan risiko dampak HAM guna memastikan keberlangsungan bisnis yang beretika di masa depan.

0 Comments

Leave A Comment