Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Jurni Biahimo saat membaca laporanmya pada peringatan Hari Aksara Internasional ke-60, Minggu ( 20/9/2020).

Coolturnesia - Limboto - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo menggelar peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 yang dirangkaikan dengan penutupan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti Pangkalan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF)/PKBM se-Kabupaten Gorontalo, Minggu (20/9/2026), di Limboto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jurni Biahimo, dalam laporannya memaparkan perkembangan pendidikan nonformal di daerah tersebut, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sepanjang 2022 hingga 2025.

Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti diikuti 560 peserta yang berasal dari 22 PKBM dan enam Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

"Adapun layanan pendidikan nonformal di Kabupaten Gorontalo saat ini mencakup enam SKB, 23 PKBM, dan 26 lembaga kursus, dengan total 6.524 peserta didik," ujar Kadis Jurni

Lebih lanjut Kadis Dikbud menambahkan Data tersebut menunjukkan besarnya cakupan layanan pendidikan nonformal dalam mendukung kesempatan belajar masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

"Keberadaan PKBM, SKB, dan lembaga kursus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan jalur pembelajaran di luar pendidikan formal," ujarnya.

Paparan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan nonformal agar dapat berkontribusi lebih luas terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat.

Peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

"Melalui pengembangan pendidikan nonformal, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan dapat terus memperluas kesempatan belajar, memperkuat peran PKBM, serta mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan," tandas Jurni.

 

0 Comments

Leave A Comment