Penyerahan Secara Simbolis Penukaran Uang dari Kepala Kantor BI Gorontalo, Dian Nugraha, Kepada Sony Ndui.

Coolturnesia - Gorontalo - Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, melayani penukaran uang rusak/cacat akibat terbakar. Uang itu milik korban kebakaran rumah, Sony Ndui, warga Desa Ulopatu A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Sony menceritakan, dua hari setelah rumahnya habis terbakar, dengan dibantu kepala desa setempat, berupaya menukarkan uang simpananya yang terbakar, ke KPwBI Provinsi Gorontalo. Dia memperkirakan uang yang ditukarnya kurang lebih sebanyak 71 juta rupiah.

“Peristiwa kebakaran terjadi pada tanggal 2 Februari 2024, sekira pukul 14.00 WITA. Saat itu saya, istri dan seorang anak lagi ke kota. Pas saya pulang, rumah sudah ludes terbakar,” kata Sony mengisahkan.

“Uang yang terbakar itu tersimpan di buffet. Rencananya untuk rehab rumah, dan sisanya untuk kasih kuliah anak,” sambung Sony.

Dia mengungkapkan, uang sebanyak itu, merupakan hasil jualan daring dan menjahit istrinya, serta uang hasil keringatnya. Di mana Sony mengaku bekerja serabutan, pada seorang majikan di Kota Gorontalo.

“Uang itu saya kumpulkan dari tahun 2009. Kalau ada uang baru, yang lama saya keluarkan, ganti dengan yang baru,” ungkapnya.

Adapun pecahan uang rupiah yang bisa ditukar adalah, pecahan 100 ribu sebanyak 246  lembar,  75 ribu 6 lembar, 50 ribu 558 lembar, 20 ribu 247 lembar, 10 ribu 734 lembar, 5 ribu 1229 lembar, 2 ribu 1200 lembar dan pecahan 1000 sebanyak 269 lembar. Totalnya mencapai 4516 lembar.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Dian Nugraha, membenarkan sekaligus menegaskan, pihaknya telah melayani penukaran uang terbakar milik Sony.

Dian menjelaskan, untuk menentukan besarnya penggantian uang rusak tersebut, memerlukan penelitian lebih lanjut. Hal itu berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain, sebagian besar uang terbakar dalam satuan pak dan menempel dalam tumpukan. BI Gorontalo mengalami kesulitan memisahkan uang secara per lembar, untuk menghitung 2/3 bagian yang mendapat penggantian, serta resiko hancur, karena sebagian sudah menjadi arang/lapuk.

“Dengan persetujuan penukar, uang yang terbakar itu selanjutnya dikirim ke BI pusat di Jakarta, diproses dengan memastikan kelengkapan dokumen pendukung,” terang Dian Nugraha.

Dian mengakui, diperlukan waktu yang cukup untuk meneliti lembar demi lembar uang terbakar itu, sejak surat permohonan penelitian secara laboratoris dari KPwBI Gorontalo tertanggal 7 Februari 2024, terkirim ke BI Pusat.

“Setelah dilakukan penelitian, pada tanggal 7 Juni 2024, BI Gorontalo menerima informasi dari Lab. Kantor Pusat Bank Indonesia, perihal hasil penelitian uang terbakar. Alhamdulillah, total uang rupiah yang mendapatkan penggantian sebesar 74.297.100,- rupiah,” ungkap Dian.

Belajar dari pengalaman tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Dian Nugraha, didampingi Deputi Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Taufik Hidayat, mengimbau kepada masyarakat, agar dapat memperlakukan uang dengan baik, seperti menyimpan uang tunai secukupnya (tidak berlebihan), dan menyimpan di tempat yang aman, misalkan bank. Sehingga dapat menghindari risiko uang menjadi rusak karena rayap, bahan kimia, serta terbakar.

“Senantiasa Cinta, Bangga, Paham rupiah,” pungkas Dian Nugraha.

0 Comments

Leave A Comment