Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Ciptoning Suryo Condro saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025, di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (28/11/2025).

Coolturnesia – Gorontalo – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi di Gorontalo pada triwulan III 2025 mencapai 5,49 persen year on year (yoy), Jumat.

“Pertumbuhan ekonomi di Gorontalo pada triwulan ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya serta melampaui nasional dan kawasan Sulampua,” ungkap Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Ciptonig Suryo Condro.

Dia menjelaskan dari sisi lapangan usaha, struktur ekonomi Gorontalo masih didominasi sektor pertanian sebesar 37,26 persen, perdagangan 14,52 persen dan konstruksi 11,51 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluran, kata dia, pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga investasi dan belanja pemerintah.

Perkambangan Inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,44 persen (yoy) dan diperkirakan tetap berada dalam target nasional 2,5 kurang lebih 1 persen hingga akhir tahun.

Ia mengatakan Gorontalo juga tercatat memiliki surplus komoditas pangan strategis seperti cabai dan beras, meski efisiensi distribusi perlu ditingkatkan.

“Stabilitas sistem keuangan daerah pada tahun 2025 tetap terjaga. Pertumbuhan kredit tercatat 3,65 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,47 persen dengan resiko kredit bermasalah (NPL) berada di bawah ambang batas lima persen,” jelas dia.

Dia mengungkapkan pada sektor sistem pembayaran, akseptansi QRIS di Gorontalo pada triwulan IV 2025 melonjak dengan pertumbuhan volume transasksi sebesar 259,83 persen yoy dan pertumbuhan nomila 146,44 persen yoy.

“Untuk outlook 2026, pertumbuhan ekonomi Gorontalo diprakirakan berada pada kisaran 5,50 hingga 6,50 persen dengan inflasi tetap terjaga pada target nasional,” ujar dia.

Ia menambahkan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 Comments

Leave A Comment