seorang warga sedang mengaduk dodol untuk persiapan hari ketupat di Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (26/3/2026).

Coolturnesia - Yosonegoro – Menjelang perayaan Hari Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, mulai disibukkan dengan tradisi pembuatan dodol dalam skala besar.

Salah satu warga, Rahayu Lahinta, tetap menjaga kelestarian kuliner khas ini meski dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan baku.

"Tahun ini saya mengolah sekitar 30 kilogram bahan yang dibagi ke dalam tiga belanga besar,” ujar dia.

Kata dia, meskipun pesanan belum sebanyak tahun lalu, pembuatan dodol ini tetap dilakukan karena sudah menjadi tradisi tahunan setiap Hari Ketupat

Rahayu menjelaskan bahwa jumlah produksi biasanya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga di dalam rumah, di mana satu orang mewakili satu belanga atau setara dengan 10 kilogram adonan. Kudapan ini nantinya tidak hanya untuk memenuhi pesanan pelanggan dan teman sejawat, tetapi juga menjadi hidangan wajib bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

?Proses pengolahan dodol di Yosonegoro dikenal membutuhkan ketahanan fisik dan kesabaran yang tinggi karena memakan waktu hingga 8 jam. Lamanya durasi ini memunculkan istilah lokal yang unik di tengah masyarakat setempat.

"Kalau mulai masak pagi, selesainya baru sore hari. Waktunya sama dengan perjalanan darat ke Manado, makanya kami sebut 'OTW Manado'. Sedangkan tahap membungkusnya bisa memakan waktu berhari-hari, sehingga kami sebut 'OTW Makassar'," jelas Rahayu.

Adapun bahan-bahan yang digunakan meliputi, tepung beras dan beras ketan, gula merah, gula pasir, dan santan, tambahan kacang sebagai pelengkap rasa, daun woka dan bambu (bulu) sebagai pembungkus alami.

Kata Rahayu mampu menghasilkan sekitar 900 hingga 1.500 bungkus dodol, tergantung pada ukuran kemasannya. Di akhir perayaan, dodol-dodol ini akan dibagikan kepada para tamu sebagai buah tangan saat mereka hendak pulang.

Meski harga bahan pokok seperti beras ketan dan gula merah sedang melonjak, semangat warga Yosonegoro dalam menyambut Hari Ketupat tetap tinggi.

0 Comments

Leave A Comment