Warga keturunan Jawa Tondano (Jaton) sedang menuangkan beras ketan kedalam bambu atau bulu yang sudah diisi daun pisang di Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (27/3/2026).

Coolturnesia - Yosenegoro - Masyarakat keturunan Jawa Tondano (Jaton) di wilayah Gorontalo terus menjaga kelestarian tradisi perayaan Hari Ketupat dengan menyajikan hidangan khas Nasi Bulu dalam jumlah besar.

Salah seorang warga Jaton di kawasan Karawang, Imran Lihinta, di Gorontalo, mengatakan bahwa pembuatan Nasi Bulu merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan setiap satu tahun sekali bertepatan dengan perayaan Lebaran Ketupat.

"Tahun ini saya menyiapkan sebanyak 150 kilogram beras untuk pembuatan Nasi Bulu," ujar Imran.

Meskipun secara filosofis menu utama dalam perayaan ini adalah ketupat, namun Nasi Bulu telah menjadi pendamping wajib yang selalu dicari oleh para pengunjung. Nasi yang dimasak di dalam bambu ini memiliki daya tarik tersendiri bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

Imran menjelaskan bahwa proses produksi tahun ini menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, harga beras saat ini cenderung lebih mahal dibandingkan tahun lalu, yang diperparah dengan kondisi hasil panen petani yang berkurang.

Selain Nasi Bulu, perayaan Lebaran Ketupat di komunitas Jaton juga identik dengan sajian Ketupat dan Dodol, atau yang dalam bahasa Jawa disebut Jenang. Ketiga hidangan tersebut menjadi paket lengkap "tiga serangkai" yang disuguhkan bagi para pelancong maupun kerabat.

Antusiasme masyarakat terhadap tradisi ini terlihat dari banyaknya tamu yang datang, tidak hanya dari lingkungan sekitar Gorontalo, tetapi juga dari luar daerah seperti Manado hingga Jakarta. Sebagian hidangan disiapkan untuk menjamu tamu di rumah secara gratis, sementara sebagian lainnya merupakan pesanan khusus dari pelanggan luar daerah.

"Nasi Bulu ini sudah jadi ciri khas bagi kami. Banyak tamu yang datang dari jauh bertanya tentang keberadaan nasi ini sebagai teman makan ketupat," pungkasnya.

0 Comments

Leave A Comment