Penjual kacang dan pisang sedang melayani pembeli di Lapangan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/3/2026).

Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus menyebutkan tradisi makan pisang dan kacang yang digelar di Kecamatan Batudaa dan Tabongo meningkatkan ekonomi daerah Provinsi Gorontalo. 

Ia mengatakan Malam Qunut merupakan tradisi turun-temurun yang digelar setiap tahunnya oleh warga Kabupaten Gorontalo, khususnya di wilayah Kecamatan Tabongo dan Kecamatan Bongomeme.

"Berbagai kebutuhan warga dan ciri khas Malam Qunut yakni jajanan pisang dan kacang," kata dia.

Tradisi yang digelar menjelang pertengahan bulan Ramadhan, kata dia, yang merupakan kearifan lokal yang tidak hanya menyematkan Ramadhan, tetapi membangkitkan nuansa silaturahmi dan nuansa keagamaan.

Tema yang diangkat Mendebar Berkah Ramadhan dalam Harmoni Budaya, menurutnya mengandung makna Ramadhan sebagai meningkatkan kualitas ibadah secara pribadi, sarana menebar kebaikan, memperkuat kepedulian sesama.

Seiring perkembangan zaman, tradisi malam Qunut atau pasar yang menjual belikan pisang dan kacang sudah menjual berbagai jajanan lainnya mulai dari pedagang kaki lima, mainan anak hingga taman bermain untuk anak-anak. 

Salah satu penjual Ismail R Lama mengatakan ia menyediakan 20 ribu liter kacang tanah dan 600 sisir pisang. 

"Sebanyak 20 liter kacang tanah ini saya juga distribusikan kepada penjual-penjual lainnya yang ada di sini," ungkapnya. 

Ia mengaku bahwa penjual pisang dan kacang di malam ketiga ini sangat banyak dibandingkan pada hari pertama dan kedua yang kurang pembeli. 

Ia menjelaskan untuk harga kacang tanah mulai dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, sedangkan pisang mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.

0 Comments

Leave A Comment