COOLTURNESIA - LIMBOTO, Hari ketiga pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII, digelar Temu Profesi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) di Aula SMA Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin.
Mengusung tema "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045", forum ini dihadiri oleh para petani milenial dan petani andalan dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, S.IP, M.Si, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Temu Profesi DPM/DPA kali ini berfokus pada bagaimana kaum muda dapat memainkan peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong hilirisasi sektor pertanian.
"Saya berharap bagaimana anak muda ini betul-betul bisa terlibat dan berpartisipasi mendukung swasembada pangan," ujar M. Amin di hadapan awak media.
Tidak berhenti di situ, M. Amin juga mendorong agar produk-produk yang dihasilkan oleh para petani milenial melalui program DPM/DPA mampu menembus pasar internasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas menjadi kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut.
"Kita mengharapkan produk-produk yang dihasilkan oleh anak muda melalui DPM/DPA bisa go export, sehingga memang perlu ada peningkatan kapasitas bagi anak-anak muda," tambahnya.
Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah terhadap regenerasi petani, Kementerian Pertanian turut memperkenalkan program Kelompok Brigade Pangan yaitu sebuah wadah yang mengumpulkan generasi muda dalam satu kelompok untuk bersama-sama mengelola pertanian berbasis alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Saat ini sudah ada program dari Kementerian Pertanian melibatkan bagaimana generasi muda ini terlibat dalam Kelompok Brigade Pangan. Kelompok Brigade Pangan ini menghadirkan anak-anak muda dalam satu kelompok, mereka didorong supaya bisa mengelola pertanian dan ini berbasis alsintan," tutup M. Amin.
Temu Profesi DPM/DPA ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian PENAS XVII yang berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026, dan diharapkan dapat melahirkan komitmen nyata dari para petani muda untuk turut serta mengawal cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. (MG)
Petani Milenial Didorong Go Export, Kementan Siapkan Brigade Pangan Berbasis Alsintan