Coolturnesia - Gorontalo - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo capai peringkat kedua se Sulawesi setelah Sulawesi Utara pada bulan Juni 2026.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo di Gorontalo mengatakan NTP Gorontalo sukses membukukan kenaikan sebesar 7,48 persen atau 131,04 poin jika dibandingkan dengan bulan Mei.
“Lonjakan harga di pasar, khususnya pada komoditas cabai rawit dan cabai merah, secara langsung meningkatkan pendapatan yang diterima oleh petani,” kata dia.
Ia mengatakan, dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, lima provinsi mengalami kenaikan NTP dan sembilan provinsi yang mengalami penurunan.
Kenaikan NTP tertinggi pada bulan Juni 2026 terjadi di Provinsi Gorontalo sedangkan penurunan NTP terdalam terjadi pada Provinsi Papua Tengah sebesar 1,77 persen.
Pada Juni 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi Gorontalo sebesar 5,30 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,86 persen.
“Meskipun petani harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk konsumsi akibat kenaikan harga barang, tetapi pendapatan yang diterima dari hasil panen jual jauh lebih besar daripada peningkatan biaya konsumsi nya,” tutup dia.
NTP Gorontalo Naik 7,48 Persen, Tertinggi Kedua se Sulawesi Pada Juni 2026