Tokoh masyarakat sekaligus mantan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, jadi inisiator Forum Komunikasi Penambang Rakyat Provinsi Gorontalo sebagai langkah strategis untuk mencari jalan keluar atas persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlarut-larut di wilayah tersebut.
"Kita harus mencari solusi karena ini menyangkut hidup orang banyak. Ada sirkulasi ekonomi yang besar di sana. Melalui wadah ini, kita ingin berjuang bersama agar tambang rakyat bisa dikelola dengan baik, taat hukum, dan tidak merusak lingkungan," ujar Nelson di Gorontalo, Rabu.
Nelson menjelaskan bahwa pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan para kelompok petambang dari Bone Bolango hingga Pohuwato. Selain forum komunikasi, disepakati pula pembentukan koperasi sebagai wadah legal serta penyusunan ‘Dokumen Perjuangan’ yang memuat kajian historis, hukum, dan analisis ekonomi.
Nelson mengungkapkan temuan menarik dari hasil dialog dengan para petambang. Ia menyebut bahwa para petambang rakyat sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk diatur oleh regulasi pemerintah dan bersedia memberikan kontribusi resmi kepada daerah.
"Para petambang sangat terbuka. Mereka selama ini mengeluh karena harus mengeluarkan biaya-biaya tidak resmi akibat status ilegal. Mereka ingin uang tersebut disalurkan secara jelas menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tuturnya.
Menurut Nelson, jika aktivitas tambang rakyat dilegalkan, dana yang masuk ke kas negara atau daerah dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, peningkatan kualitas SDM, hingga pemberian beasiswa.
Lebih lanjut, Nelson menyoroti adanya ketimpangan penguasaan lahan antara korporasi besar dan rakyat. Ia mencontohkan adanya konsesi perusahaan besar yang mencapai puluhan ribu hektare, sementara petambang rakyat hanya membutuhkan sebagian kecil lahan untuk menyambung hidup.
"Rakyat hanya minta sedikit, misalnya seribu hektare, masa tidak bisa? Ini yang akan kita konsultasikan ke pemerintah pusat, termasuk soal kendala penjualan emas hasil tambang rakyat yang saat ini sulit dilakukan," tambahnya.
Terkait isu lingkungan, Nelson menyampaikan klaim dari para petambang bahwa metode tambang rakyat yang menggunakan sistem lubang dinilai lebih minim dampak kerusakan dibandingkan tambang terbuka (open pit) skala besar. Meski demikian, ia menegaskan perlunya kajian ilmiah lebih lanjut serta komitmen petambang dalam pengolahan limbah.
"Mereka menyatakan siap diatur soal lingkungan dan mau melakukan pengolahan limbah. Inilah jalan tengah yang ingin kita dorong agar ekonomi jalan, lingkungan terjaga, dan daerah mendapatkan pemasukan," pungkas Nelson
Nelson Pomalingo jadi inisiator Forum Komunikasi Penambang Rakyat Provinsi Gorontalo