Coolturnesia - Limboto - Di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan secara luas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo mengambil langkah berbeda, tetap membuka kantor fisik untuk memastikan layanan administrasi kependudukan berjalan tanpa hambatan.
“Kami sadar dokumen kependudukan adalah dasar seluruh pelayanan publik. Meski WFA diberlakukan, Dukcapil wajib memastikan masyarakat tetap terlayani,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Taufik Saleh Nuna.
Dukcapil menggabungkan pelayanan tatap muka untuk perekaman dan pencetakan KTP elektronik dengan layanan daring melalui aplikasi SIPRIMA untuk permohonan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, surat pindah, dan legalisir dokumen. Dengan SIPRIMA, warga dapat mengajukan dari mana saja dan menerima dokumen dalam bentuk PDF lewat WhatsApp atau email.
Untuk menjaga layanan berjalan, hari ini Dukcapil menurunkan tim yang terdiri dari 3 operator cetak KTP, 1 operator rekam KTP-el, Petugas Customer Service dan verifikator, Pejabat struktural untuk verifikasi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta Sertifikasi akhir dilakukan secara elektronik oleh Kepala Dinas
Menurut Muhtar, saat ini permintaan meningkat karena musim penerimaan mahasiswa baru, sekolah kedinasan, serta rekrutmen TNI/Polri. Layanan yang paling banyak diakses adalah rekam dan cetak KTP-el, pendaftaran pindah datang, serta legalisir dokumen bagi yang belum TTE.
Meski sebagian instansi menjalankan WFA, pegawai Dukcapil menunjukkan dedikasi tinggi. Banyak di antara mereka telah mengabdi 10–20 tahun; beberapa mantan tenaga kontrak kini berstatus P3K. “Kami merasa puas ketika masyarakat terlayani. Itu yang memotivasi staf tetap sigap,” ujarnya.
Langkah Dukcapil Kabupaten Gorontalo memadukan layanan fisik dan inovasi digital menjadi contoh bagaimana pelayanan publik dapat berjalan di masa WFA tanpa mengorbankan kualitas. Masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan disarankan memanfaatkan SIPRIMA untuk proses lebih cepat dan praktis.
Nelson Pomalingo jadi inisiator Forum Komunikasi Penambang Rakyat Provinsi Gorontalo