Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo saat membacakan rilis berita resmi Statistik Provinsi Gorontalo, Rabu (1/7/2026).

Coolturnesia - Gorontalo - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat kenaikan harga cabai rawit memicu kenaikan inflasi hingga 2,11 persen pada bulan Juni 2026. 

“Kenaikan harga cabai rawit sebesar 0,66 persen pada Bulan Juni meroket hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan mei lalu,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo. 

Ia menjelaskan, lonjakan ekstrem pada harga cabai rawit itu murni didorong oleh faktor tingginya permintaan di tengah masyarakat yang bertepatan dengan adanya pelaksanaan acara berskala nasional di Gorontalo. 

Selain cabai rawit, kata dia, pihaknya juga merinci sejumlah komoditas bumbu dapur dan pangan lainnya yang ikut memberikan andil inflasi. 

Seperti bawang merah 0,38 persen, tomat 0,22 persen, beras dan ikan selar 0.19 persen, ikan layang 0,13 persen, bensin 0,07 persen, shampo dan ikan malalugis 0,05 persen dan daun bawang 0,04 persen. 

Sedangkan inflasi tahunan mencapai 4,77 persen Juni 2026 terhadap Juni 2025 atau meningkat dari tahun sebelumnya di 0,8 persen. 

Inflasi tahun kalender hingga bulan Juni 2026 itu mencapai 3,27 persen. Menurutnya peningkatan inflasi tersebut perlunya kewaspadaan, karena angka ini sudah mendekati batas maksimal. 

“Kami berharap inflasi bulan ke bulan kedepannya dapat terus terkendali agar tetap berada di koridor target,” harap dia. 

0 Comments

Leave A Comment