Coolturnesia - Gorontalo - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Gorontalo mengalami deflasi atau penurunan harga sebesar 0,43 persen dibanding bulan Juli 2026.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, mengatakan deflasi itu diakibatkan oleh penurunan harga oleh kelompok makanan,minuman dan tembakau sebesar 2,13.
“Kelompok transportasi juga menjadi penyumbang deflasi sebesar 2.25 persen,” kata dia.
Ia menjelaskan ada beberapa komoditas yang menjadi penyebab deflasi pada bulan Juli yanki cabai rawit sebesar 0,58 persen, tomat 0,53 persen dan bawang merah 0,48 persen.
“Komoditas tersebut merupakan komoditas yang terbesar di Gorontalo, kalau komoditas harga ini turun maka Provinsi Gorontalo akan mengalami deflasi,” ungkap dia.
Komoditas andil deflasi lainnya yakni emas dan perhiasan 0,04 persen, ikan selar dan semangka 0,03 persen, cabai merah dan ikan gabus 0,02 persen, serta jeruk nipis/limau dan kemiri 0,1 persen.
Selain komoditas yang mengalami deflasi, kata dia, ada komoditas yang mengalami inflasi seperti beras 0,20 persen, pelumas mesin 0,14 persen, cumi-cumi 0,09 persen, ikan layang 0,08 persen. Kemudian ikan cakalang, kangkung dan daging ayam ras sebesar 0,06 persen.
Komoditas lainnya yang mengalami inflasi seperti malalugis, pemeliharaan/servis 0,05 persen dan ikan tuna 0,04 persen.
BPS Catat Provinsi Gorontalo Deflasi Sebesar 0,43 Persen Pada Bulan Juli 2026