Ombudsman Gorontalo memastikan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan mahasiswa baru Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) di UPT BKN Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/9/2026).

Coolturnesia - Gorontalo - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo memastikan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan mahasiswa baru Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Tahun 2026 berjalan sesuai prosedur dan bebas dari indikasi maladministrasi, Rabu. 

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Gorontalo Muslimin B. Putra, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan yang setara dalam mengikuti tahapan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN di UPT BKN Gorontalo.

"Dari hasil pemantauan langsung, alur pelaksanaan seleksi telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)," kata Muslimin usai melakukan pengawasan.

Ia menjelaskan pemantauan dilakukan sejak peserta menjalani registrasi ulang, penitipan barang, pemeriksaan menggunakan metal detector, hingga memasuki ruang steril pelaksanaan CAT.

Menurut Muslimin, panitia pelaksana dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo juga dinilai sigap memberikan arahan kepada peserta sehingga proses seleksi berlangsung tertib tanpa penumpukan antrean maupun kebingungan mengenai tahapan yang harus dilalui.

Ombudsman tidak menemukan indikasi maladministrasi selama proses pemantauan, termasuk pungutan liar, perlakuan diskriminatif, maupun kendala sistem yang merugikan peserta. Seluruh peserta memperoleh perlakuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kehadiran Ombudsman RI Gorontalo adalah wujud dari pelaksanaan tugas dan fungsi Ombudsman sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik, untuk memastikan setiap proses rekrutmen aparatur negara berjalan sesuai dengan asas-asas pemerintahan yang baik," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Fajril, menilai penggunaan sistem CAT BKN memberikan kepastian kepada peserta karena hasil ujian dapat diketahui secara langsung setelah menyelesaikan tes.

"Pengawasannya ketat tapi adil, sistem CAT-nya juga langsung kelihatan nilainya jadi transparan. Panitianya juga jelas arahannya, jadi kita sebagai peserta merasa nyaman dan tidak bingung. Semoga hasilnya juga yang terbaik," kata Fajril.

Muslimin berharap pengawasan terhadap tahapan seleksi sekolah kedinasan dapat terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan proses penerimaan mahasiswa Poltekpin berlangsung transparan, objektif, dan berintegritas.

0 Comments

Leave A Comment