Kabag Umum BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti saat memaparkan rilis berita resmi Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Gorontalo periode Januari 2026 di Gorontalo, Senin (2/2/2026).

Coolturnesia – Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,28 persen pada bulan Januari 2026. 

“komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Januari yakni ikan dan emas,” kata Kabag Umum BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti.

Ia menjelaskan ikan merupakan komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Gorontalo, yang tentunya ketika terjadi peningkatan maka akan langsung berpengaruh terhadap inflasi secara umum. 

“Ikan ini diantaranya ikan selar/ikan tude dan ikan layang/ikan benggol masing-masing sebesar 0,21 persen, sedangkan emas sebesar 0,14 persen,” kata dia. 

Disisi deflasi, kata dia, cabai rawit merupakan komoditas tertinggi nilai deflasi nya di bulan Januari sebesar 0,33 persen yang menyebabkan inflasi di Gorontalo masih positif. 

Dwi mengatakan pada bulan Januari 2026 inflasi Year on Year atau inflasi tahunan di angka 4,53 persen dibandingkan Januari 2025. 

“Inflasi tahunan ini disebabkan oleh tarif listrik yang balik ke harga normal, yang sebelumnya diberikan subsidi atau diskon” ungkap dia. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Gorontalo Jamal Nganro mengatakan peningkatan komoditas ikan terhadap inflasi tersebut disebabkan tingginya permintaan dan cuaca buruk. 

“Bulan Januari tepat di bulan Rajab yang artinya dalam masyarakat Gorontalo banyak yang melangsungkan pernikahan atau hajatan yang membuat tinggi permintaan ikan,” kata dia. 

Menurutnya, mulai dari Hari Natal dan Tahun baru permintaan ikan keluar daerah seperti Manado tinggi dan ketersedian ikan juga sedikit ditambah cuaca yang tidak mendukung menjadi faktor utamanya.

0 Comments

Leave A Comment