Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat Memberikan sambutan saat membuka Festival Literasi Kabupaten Gorontalo Tahun 2026, di halaman kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Gorontalo 14/10

Coolturnesia - Limboto - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong penguatan budaya membaca melalui gerakan membaca minimal 15 menit setiap hari, penyediaan pojok baca di kantor pemerintahan, hingga pengembangan kafe literasi.

Hal itu disampaikan Sofyan saat membuka Festival Literasi Kabupaten Gorontalo Tahun 2026, 14–16 Oktober, yang mengusung tema “Membaca Hari Ini, Memimpin Hari Esok”.

Menurut Sofyan, tantangan literasi saat ini tidak hanya rendahnya kebiasaan membaca, tetapi juga derasnya arus informasi digital dan keterbatasan bahan bacaan berkualitas. Ia menegaskan, informasi dari media digital perlu diperdalam melalui buku dan sumber pengetahuan yang lebih terstruktur.

“Informasi awal mungkin bisa kita dapatkan melalui media digital, tetapi harus kita perdalam melalui buku karena buku disusun secara rinci dan terstruktur,” ujarnya.

Sofyan juga menyoroti koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Gorontalo yang mencapai sekitar 38.000 buku, tetapi sebagian besar merupakan terbitan tahun 2019 ke bawah. Karena itu, pembaruan koleksi dan perluasan akses bacaan berkualitas dinilai penting.

Selain gerakan membaca 15 menit, Pemkab Gorontalo mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyediakan pojok baca. Kegiatan bedah buku, diskusi bersama penulis, dan mendongeng bagi anak-anak juga akan diperkuat untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Abdu Waris, mengatakan festival ini bertujuan membangun ekosistem literasi sekaligus memamerkan karya masyarakat penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Festival selama tiga hari tersebut diisi dengan diskusi kelompok terarah (FGD), seminar, pementasan seni, serta kunjungan pelajar dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, berharap festival ini memperkuat kolaborasi dan mendorong masyarakat lebih kritis dalam memahami informasi serta bijak menggunakan teknologi.

Melalui kegiatan ini, budaya membaca diharapkan tidak berhenti pada seremoni festival, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari untuk membangun sumber daya manusia Kabupaten Gorontalo yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

0 Comments

Leave A Comment