Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat mengunjungi Festival Gebyar Qunut 2026 di Lapangan Porbat Batudaa, Desa Payunga, Kamis (5/3/2026) malam.

Coolturnesia - Batudaa - Tradisi Malam Qunut yang telah berlangsung puluhan tahun di Kecamatan Batudaa kembali menggema meriah dalam Festival Gebyar Qunut 2026. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, hadir langsung sekaligus menutup rangkaian kegiatan tersebut di Lapangan Porbat Batudaa, Desa Payunga, Kamis (5/3/2026) malam.

Kehadiran Bupati sekitar pukul 21.00 WITA itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Dalam sambutannya, Sofyan Puhi memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Batudaa yang terus menjaga tradisi Malam Qunut sebagai warisan budaya lokal yang telah bertahan hingga sekitar 40 tahun.

“Tradisi ini sampai hari ini masih kita jaga dengan baik. Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga khazanah budaya Gorontalo yang khas dan tumbuh kuat di Batudaa,” ujar Sofyan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan tradisi tersebut tetap hidup dan dikenal lebih luas. Bahkan, saat ini tengah diupayakan agar tradisi Malam Qunut mendapatkan pengakuan resmi sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

“Tadi Pak Camat menyampaikan bahwa insyaallah Lembaga Bahasa Provinsi Gorontalo akan mematenkan tradisi ini. Jika itu terwujud, Malam Qunut akan memiliki momentum tersendiri sebagai tradisi budaya yang diakui secara resmi,” jelasnya.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan agar Festival Gebyar Qunut mendapatkan dukungan yang lebih luas, termasuk peluang masuk dalam agenda nasional melalui dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan.

Menurutnya, meskipun beberapa kegiatan festival sempat terdampak efisiensi fiskal daerah, Pemkab Gorontalo tetap berkomitmen mencari berbagai sumber dukungan agar tradisi ini terus digelar setiap tahun.

“Kami akan terus mencari peluang melalui anggaran yang tersedia, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Yang penting tradisi ini tidak boleh hilang,” tegasnya.

Acara yang berlangsung pada malam ke-16 Ramadan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Kapolsek Batudaa, Danramil, Camat Batudaa, serta para kepala desa se-Kecamatan Batudaa.

Menutup sambutannya, Sofyan Puhi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai penguat amaliah dan kebersamaan. Ia berharap tradisi Malam Qunut terus menjadi simbol kekuatan spiritual sekaligus persatuan masyarakat Gorontalo.

0 Comments

Leave A Comment