Menteri HAM Natalius Pigai saat memberikan sosialisasi HAM di hadapan sosialisasi HAM di hadapan mahasiswa, siswa, dan masyarakat di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (1/4/2026).

Coolturnesia – Gorontalo - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menekankan pentingnya pembangunan kesadaran HAM sebagai fondasi keadilan substantif di Indonesia pada mahasiswa, siswa, dan masyarakat di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu.

Pigai menyatakan bahwa transformasi kesadaran masyarakat dari sekadar memahami hukum menjadi memahami hak asasi merupakan kunci terjadinya mekanisme checks and balances antara aktor negara (state actors) dan pemegang hak (right holders).

"Selama puluhan tahun, narasi kita didominasi oleh kata hukum. Namun saat ini, masyarakat mulai sadar dan berani menyatakan 'hak asasi saya dilanggar'. Ketika ekspresi, cara berpikir, dan tindakan didasarkan pada HAM, maka peradaban akan terbentuk," ujar Pigai.

Menurutnya, pembangunan kesadaran HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan tugas kolektif pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga komunitas literasi. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Provinsi Gorontalo dan civitas akademika UNG yang dinilai aktif dalam mendorong penguatan literasi HAM.

"Gorontalo adalah masa depan Indonesia Timur. Dengan kesadaran HAM yang tinggi, masyarakat tidak lagi menggunakan pendekatan kekerasan seperti 'senggol sedikit bacok', melainkan mengedepankan diskusi dan jalur hukum," tambahnya.

Selain itu, Menteri HAM memaparkan sejumlah program strategis kementeriannya, termasuk pengembangan Desa Sadar HAM, Kampong Redam, hingga penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan HAM Nasional (Musrenbang HAM) yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Kementerian HAM juga tengah berfokus pada penilaian kepatuhan instansi pemerintah terhadap Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) serta pengembangan prinsip bisnis dan HAM dari tingkat daerah hingga pusat.

 

"Jika masyarakat tahu aturan HAM, mereka bisa memperjuangkan keadilan secara elegan, bahkan saat berhadapan dengan aparat penegak hukum. Pengetahuan adalah modal utama untuk meyakinkan bahwa keadilan harus ditegakkan," tegas Pigai.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kaum terdidik di Gorontalo untuk terus membangun peradaban HAM demi menyongsong peran strategis daerah tersebut sebagai gerbang Indonesia Timur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

0 Comments

Leave A Comment